Foto: Aspidsus Kejati Kaltim, Prihatin, S.H., didampingi tim penyidik saat memberikan keterangan pers, Selasa (3/11) (Kompas.com/Zakarias Demon Daton)

RES, Portal Pro Adjudicatio, 4 November 2020

Hari Selasa (3/11/2020), Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) telah melaksanakan jumpa pers terkait dengan penahanan Tersangka Mantan Dirut PT Agro Kaltim Utama (PT AKU) berinisial Y dan Mantan Direktur Umum PT AKU berinisial N yang terlibat dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 29,7 Milyar.

PT AKU merupakan perusahaan daerah yang bergerak di bidang usaha pertanian, perdagangan, perindustrian, dan pengangkutan darat. Menurut pihak Kejati Kaltim, PT AKU  telah mendapatkan penyertaan modal dari Pemprov Kaltim dengan total sebesar Rp 27 Milyar dengan perincian Tahun 2003 sebesar Rp 5 Milyar, Tahun 2007 sebesar Rp 7 Milyar, dan Tahun 2010 sebesar Rp 15 Milyar.

Penyertaan modal tersebut bertujuan agar Pemprov Kaltim mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Perusda PT. AKU, akan tetapi dana tersebut tidak dipergunakan sesuai peruntukannya oleh Tersangka Y dan N.

Tanpa persetujuan Badan Pengawas dan tanpa melalui RUPS, dana yang ada malah dipergunakan untuk kerjasama perjanjian selaku penyandang dana dan penyalur solar dengan 9 (Sembilan) perusahaan yang bukan peruntukannya. Oleh sebab itu, modal tersebut akhirnya menjadi tidak jelas keberadaannya, dan dilaporkan oleh PT AKU dalam laporannya menjadi piutang dengan modal sekitar Rp 31 Milyar (dalam bentuk piutang). PT AKU hanya mampu memberikan PAD ke Pemprov Kaltim dengan total sekitar Rp 3 M sejak tahun 2005 s.d. tahun 2014.

Adapun 9 Perusahaan yang dikerjasamakan tersebut ternyata mayoritas fiktif, salah satunya PT. Dwimitra Palma Lestari. PT Dwimitra Palma Lestari melakukan kerjasama dengan Perusda PT AKU kurang lebih Rp 24 Milyar, selanjutnya diketahui ternyata Dirut dan Komisaris PT. Dwimitra Palma Lestari adalah Tersangka Y dan Tersangka N.

Akibat perbuatan keduanya, kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan perhitungan BPKP sebesar Rp 29 Milyar dengan perincian penyertaan modal Rp 27 Milyar ditambah laba operasional PT AKU yang digunakan kembali dalam kerjasama dengan pihak ketiga sebesar Rp 2,7 Milyar.

Sementara itu, dasar Sprint Kajati Kaltim terkait kasus ini, yakni Surat Perintah Penyidikan Umum No. Print-02/O.4/Fd.1/03/2020 tanggal 26 Maret 2020, Surat Perintah Penyidikan Khusus No. Print-05/O.4.1/Fd.1/09/2020 tanggal 2 September 2020 atas nama Tersangka Y, dan Surat Perintah Penyidikan Khusus No. Print-06/O.4/Fd.1/10/2020 tanggal 5 Oktober 2020 atas nama Tersangka N.

Tersangka Y ditetapkan sebagai tersangka tanggal 2 September 2020 No. B-03/O.4.5/Fd.1/09/2020 dan ditahan jenis Rutan sejak tanggal 2 September 2020 hingga saat ini, sedangkan Tersangka N ditetapkan tersangka tanggal 5 Okt 2020 No. B-04/O.4.5/Fd.1/10/2020 dan ditahan jenis Rutan sejak tanggal 5 Oktober 2020 sampai saat ini.

“Berkas perkara tersangka Y telah P-21 tanggal 02 November 2020, sehingga dilakukan penyerahan Tersangka dan barang bukti (Tahap II) tanggal 03 November 2020. Sedangkan perkara tersangka N masih tahap penyidikan dan proses pemberkasan,” kata pihak Kejati Kaltim dalam keterangan tertulis.

Leave a Reply