Foto: Suasana sidang pembacaan tuntutan atas nama terdakwa Ilham Nurdianto dalam perkara tipikor pemberian fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya, Kamis (26/11/2020) (instagram.com/kejatintt/)

RES, Portal Pro Adjudicatio, 27 November 2020

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali melaksanakan sidang terkait perkara tipikor pemberian fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya, hari Kamis (26/11/2020). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT dalam amar tuntutannya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10,5 tahun.

Agenda sidang tersebut adalah pembacaan tuntutan terhadap Terdakwa atas nama Ilham Nurdianto. Adapun majelis hakim dipimpin oleh Wari Juniati, S.H., M.H. didampingi hakim anggota Ikrarnieka Elmayawati Fau dan Ibnu Kholiq.

Dalam kesempatan itu, JPU Kejati NTT yang terdiri atas Herry C. Franklin, Hendrik Tiip, dan Emerensiana Jehamat, dalam amar tuntutannya menegaskan bahwa terdakwa Ilham Nurdianto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair.

Oleh karenanya, Terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp.750.000.000,- subsidair 6 bulan kurungan. Selain membayar denda, Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara.

“Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti kepada negara Cq. Bank NTT sebesar Rp.2.580.473.103,- yang telah dikurangi dari pembayaran bunga dan denda sejumlah Rp.520.000.000,- dan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp.300.000.000,-,” kata JPU dalam amar tuntutannya.

Selanjutnya, JPU menegaskan apabila Terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut dalam tempo 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan 3 (tiga) bulan.

Lebih lanjut, JPU menyatakan agar Terdakwa ditahan jenis Rutan. Barang bukti berupa 14 bidang tanah di Desa Oematnunu atas nama Edho Prastyo, Silvia Irawan dan Felince Elisabeth Oematan dirampas untuk negara, sementara barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.300.000.000,- dirampas untuk negara Cq. Bank NTT dan diperhitungkan sebagai uang pengganti.

Leave a Reply